Strategi Pembelajaran

 Pada kesempatan ini saya ingin Melaporkan Hasil Bacaan saya mengenai Strategi Pembelajaran guna untuk memenuhi tugas Magang 1 yang diampu oleh Farninda Aditya, M.Pd selaku dosen pengampu mata kuliah ini.


Bahan serta rujukan yang saya gunakan kali ini dalam pemaparan hasil bacaan saya yakni yang berjudul "Strategi Pembelajaran"


Dalam laporan bacaan kali ini, saya mengambil tema Strategi Pembelajaran. Apa itu strategi pembelajaran? nah mari kita bahas..


Secara umum strategi adalah alat, rencana, atau metode yang digunakan untuk menyelesaikan suatu tugas. Dalam konteks pembelajaran, strategi berkaitan dengan pendekatan dalam penyampaian materi pada lingkungan pembelajaran. Strategi pembelajaran juga dapat diartikan sebagai pola kegiatan pembelajaran yang dipilih dan digunakan guru secara kontekstual, sesuai dengan karakteristik peserta didik, kondisi sekolah, lingkungan sekitar dan tujuan pembelajaran yang telah dirumuskan. Strategi pembelajaran terdiri dari metode, teknik, dan prosedur yang akan menjamin bahwa peserta didik akan betul-betul mencapai tujuan pembelajaran. Kata metode dan teknik sering digunakan secara bergantian. Untuk itu, strategi pembelajaran harus disesuaikan dengan tujuan-tujuan pembelajaran yang telah ditentukan agar diperoleh langkah-langkah kegiatan pembelajaran yang efektif dan efisien.


Setiap strategi pembelajaran yang dikembangkan, menurut Romiszowsky (1981:294) harus selalu mencerminkan posisi teoretis yang merujuk pada bagaimana seharusnya pembelajaran itu dilaksanakan. Karena itu, Hamalik (1993:2) mendefinisikan strategi belajar mengajar sebagai suatu sistem yang menyeluruh yang terdiri dari sejumlah komponen, yakni komponen masukan (in put), komponen proses (process), dan komponen produk (out put). Salusu (1996:101) berpandangan strategi merupakan suatu seni menggunakan kecakapan dan sumber daya untuk mencapai sasarannya melalui hubungan yang efektif dengan lingkungan dan kondisi yang lebih menguntungkan.


Dari batasan-batasan itu, dapat dipahami bahwa strategi pembelajaran merupakan pendekatan menyeluruh pembelajaran dalam mengelola kegiatan pembelajaran untuk menyampaikan materi pelajaran secara sistematis dalam rangka mencapai tujuan pembelajaran yang telah ditentukan secara efektif dan efisien. Sebagai suatu pola aktivitas pendidik – peserta didik, strategi pembelajaran memuat sejumlah komponen yang membentuk jalinan keterkaitan dalam wadah yang disebut dengan pola pembelajaran. Dick dan Carey (1996: 183) memandang strategi pembelajaran sebagai penjelasan tentang komponen-komponen umum dari separangkat materi pembelajaran dan prosedur yang akan digunakan bersama bahan-bahan itu, untuk menghasilkan suatu hasil belajar tertentu pada peserta didik.


Nah selanjutnya ada Komponen-komponen strategi pembelajaran, Dick dan Carey (1996: 184) menyebutkan bahwa terdapat 5 komponen strategi pembelajaran, yaitu kegiatan pembelajaran pendahuluan, penyampaian informasi, partisipasi peserta didik, tes dan kegiatan lanjutan.


Pertama, kegiatan pembelajaran pendahuluan. Kegiatan pembelajaran pendahuluan memiliki peranan penting dalam proses pembelajaran. Pada kegiatan ini pendidik diharapkan dapat menarik minat peserta didik atas materi pelajaran yang akan disampaikan. Kegiatan pendahuluan yang disampaikan dengan menarik akan dapat memotivasi peserta didik untuk belajar. Sebagaimana iklan yang berbunyi: “Kesan pertama begitu menggoda…. selanjutnya terserah anda…”, maka demikian pula dengan peserta didik yang dihadapi pendidik (guru). Cara guru mempekenalkan materi pelajaran melalui contoh-contoh ilustrasi tentang kehidupan sehari-hari atau cara guru menyakinkan apa manfaat mempelajari pokok bahasan tertentu akan sangat mempengaruhi motivasi belajar peserta didik.


Kedua, penyampaian informasi. Dalam kegiatan ini pendidik akan menetapkan secara pasti informasi, konsep, aturan, dan prinsip-prinsip apa yang perlu disajikan kepada peserta didik. Di sinilah penjelasan pokok tentang semua materi pembelajaran. Kesalahan utama yang sering terjadi pada tahap ini adalah menyajikan informasi terlalu banyak, terutama jika sebagian besar informasi itu tidak relevan dengan tujuan pembelajaran (Al Muchtar, dkk, 2007: 2.7). Di samping itu, pendidik harus memahami dengan baik situasi dan kondisi yang dihadapinya. Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam penyampaian informasi, yaitu urutan, ruang lingkup, dan jenis materi.


Ketiga, partisipasi peserta didik. Partisipasi peserta didik sangat penting dalam proses pembelajaran. Proses pembelajaran akan lebih berhasil apabila peserta didik secara aktif melakukan latihan-latihan secara langsung dan relevan dengan tujuan pembelajaran yang sudah ditetapkan (Nurani, dkk., 2003: 1.11). Terdapat beberapa hal penting yang terkait dengan partisipasi peserta didik.


Keempat, tes. Ada dua jenis tes atau penilaian yang biasa dilakukan oleh kebanyakan pendidik, yaitu pretest dan posttest (Al Muchtar, 2007: 2.8). Secara umum tes digunakan oleh pendidik untuk mengetahui apakah tujuan pembelajaran khusus telah tercapai atau belum dan apakah pengetahuan, keterampilan dan sikap telah benar-benar dimiliki peserta didik atau belum. Pelaksanaan tes biasanya dilaksanakan diakhir kegiatan pembelajaran setelah peserta didik melalui berbagai proses pembelajaran, yaitu penjelasan tujuan diawal kegiatan pembelajaran, penyampaian informasi berupa materi pembelajaran. Di samping itu, pelaksanaan tes juga dilakukan setelah peserta didik melakukan latihan atau praktik.


Kelima, kegiatan lanjutan. Kegiatan lanjutan atau follow up, secara prinsip ada hubungannya dengan hasil tes yang telah dilakukan. Karena kegiatan lanjutan esensinya adalah untuk mengoptimalkan hasil belajar peserta didik.


Nah, Adapun Prinsip-Prinsip Penggunaan Strategi Pembelajaran yaitu Setiap strategi pembelajaran memiliki kekhasan dan keunikan sendiri-sendiri. Tidak ada strategi pembelajaran tertentu yang lebih baik dari strategi pembelajaran yang lain. Untuk itu, pendidik harus mampu memilih strategi yang dianggap cocok dengan keadaan. Menurut Sanjaya ( 2006: 129-131), ada empat prinsip umum yang harus diperhatikan pendidik dalam penggunaan strategi pembelajaran, yaitu: 1. Berorientasi pada tujuan. Dalam sistem pembelajaran, tujuan merupakan komponen yang utama. Segala aktivitas pendidik dan peserta didik, mestilah diupayakan untuk mencapai tujuan yang telah ditentukan, karena keberhasilan suatu strategi pembelajaran dapat dilihat dari keberhasilan peserta didik mencapai tujuan pembelajaran; 2. Aktivitas. Belajar bukan hanya menghafal sejumlah fakta atau informasi, tapi juga berbuat, memperoleh pengalaman tertentu sesuai dengan tujuan yang diharapkan. Karena itu, strategi pembelajaran harus dapat mendorong aktivitas peserta didik, baik aktivitas fisik, maupun aktivitas yang bersifat psikis seperti aktivitas mental; 3. Individualitas. Mengajar adalah usaha mengembangkan setiap individu peserta didik. Walaupun pendidik mengajar pada sekelompok peserta didik, namun pada hakikatnya yang ingin dicapai adalah perubahan perilaku setiap peserta didik. Pendidik yang berhasil adalah apabila ia menangani 40 orang peserta didik seluruhnya berhasil mencapai tujuan; dan sebaliknya dikatakan pendidik yang tidak berhasil manakala dia menangani 40 orang peserta didik 35 tidak berhasil mencapai tujuan pembelajaran; 4. Integritas. Mengajar harus dipandang sebagai usaha mengembangkan seluruh pribadi peserta didik. Dengan demikian, mengajar bukan hanya mengembangkan kemampuan kognitif saja, tetapi juga mengembangkan aspek afektif dan aspek psikomotor. Oleh karena itu, strategi pembelajaran harus dapat mengembangkan seluruh kepribadian peserta didik yang mencakup kognitif, afektif, dan psikomotorik secara terintegrasi.


Nah jadi kesimpulannya, Sebaik apapun materi pembelajran yang telah disiapakan atau yang direncanakan, jika tana adanya pendekatan dan metode serta srategi yang tepat dan baik maka proses belajar dan mengajar itu bisa menuai kegagalan, karena dengan proses pendekatan dan prinsip prinsip pendidik tau karakter dari setiap individu peserta didik jadi kita dapat dengan mudah menentukan model pembelajaran apa yang cocok untuk peserta didik agar mudah dipahami dan di terima oleh peserta didik materi yang di sampaikan si pendidik. Oleh karena itu, kemampuan menerapkan pendekatan dan strategi sangat menentukan.




Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kurikulum

Perangkat Pembelajaran (Silabus)

Sistem Evaluasi