Kurikulum

 Pada kesempatan ini saya ingin Melaporkan Hasil Bacaan saya mengenai Kurikulum guna untuk memenuhi tugas Magang 1 yang diampu oleh Farninda Aditya, M.Pd selaku dosen pengampu mata kuliah ini.


Bahan serta rujukan yang saya gunakan kali ini dalam pemaparan hasil bacaan saya yakni yang berjudul "Kurikulum"


Kurikulum

Kita pasti telah terbiasa mendengar kata kurikulum. Tetapi kalau ditanya kurikulum itu "makhluknya seperti apa, siapa yang "menciptakan" mengapa disusun dan lain sebagainya. Untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut kadang-kadang kita butuh waktu untuk merenung. Pada awalnya istilah dan pengertian kurikulum dipakai dalam dunia olahraga pada zaman Romawi kuno di Yunani. Pengertian kurikulum di sini diartikan sebagai suatu jarak tempuh yang harus dilalui oleh seorang pelari mulai dari start sampai firfis. Secara etimologis, kurikulum (curriculum) berasal dari bahasa Latin yaitu Curere; to run yang dapat diterjemahkan: a running, course, carrier, race, etc.


Dari yang saya baca, dalam lapangan pendidikan pengertian tersebut dijabarkan bahwa bahan belajar sudah ditentukan secara pasti, dari mana mulai diajarkan dan kapan diakhiri, dan bagaimana cara untuk menguasai bahan agar dapat mencapai gelar. Dulu kurikulum pernah diartikan sebagai "Rencana Pelajaran yang terbagi menjadi rencana pelajaran minimum dan rencana pelajaran terurai. Dalam kenyataannya di sekolah rencana pelajaran. tersebut tidak semata-matahanya membicarakan proses pengajaran saja, bahkan yang dibahas lebih luas lagi yatiu, mengenai masalah pendidikan. Oleh karena itu istilah rencana pelajaran kiranya kurang kena.


Akibat dari berbagai perkembangan, terutama perkembangan masyarakat dan kemajuan teknologi, konsep kurikulum selanjutnya juga menerobos pada dimensi waktu dan tempat. Artinya kurikulum mengambil bahan ajar dan berbagai pengalaman belajar tidak hanya terbatas pada waktu sekarang saja, tetapi juga memperhatikan bahan ajar dan berbagai pengalaman belajar pada waktu lampau dan yang akan datang. Demikian pula tidak hanya mengambil berbagai bahan ajar setempat (lokal). kemudian berbentuk kurikulum muatan lokal tetapi juga berbagai bahan ajar yang bersifat nasional, yang kemudian berbentuk kurikulum nasional. (kurnas) dan lebih luas lagi bersifat intemasional atau yang bersifat global.


Dengan demikian kurikulum itu merupakan program pendidikan bukan program pengajaran, yaitu program yang direncanakan diprogramkan dan dirancangkan yang berisi berbagai bahan ajar dan pengalaman belajar baik yang berasal dari waktu yang lalu, sekarang maupun yang akan datang. Berbagai bahan tersebut direncanakan secara sistemik, artinya direncanakan dengan memperhatikan keterlibatan berbagai faktor pendidikan secara harmonis. Berbagai bahan ajar yang dirancang tersebut harus sesuai dengan norma-norma yang berlaku sekarang, diantarnya harus sesuai dengan Pancasila, UUD1945, UU SISDIKNAS, PP No. 27 dan 30, adat istiadat dan sebagainya. Program tersebut akan dijadikan pedoman bagi tenaga pendidik maupun peserta didik dalam pelaksanaan proses pembelajaran agar dapat mencapai cita-cita yang diharapkan sesuai dengan yang tertera pada tujuan pendidikan.


Jadi kurikulum ialah: suatu program pendidikan yang berisikan berbagi bahan ajar dan pengalaman belajar yang diprogramkan, direncanakan dan dirancangkan secara sistemik atas dasar norma-norma yang berlaku yang dijadikan pedoman dalam proses pembelajaran bagi tenaga kependidikan dan peserta didik untuk mencapai tujuan pendidikan.


Dalam Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional no. 20 Tahun 2003 Bab I Pasal 1 ayat 19 dari Ketentuan Umum disebutkan bahwa: Kurikulum adalah seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan, isi dan bahan pelajaran serta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggara kegiatan belajarmengajar untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu.


Unsur-unsur dalam definisi kurikulum tersebut adalah:

1. Seperangkat Rencana; Seperangakat rencana, artinya bahwa didalamnya berisikan berbagai rencana yang berhubungan dengan proses pembelajaran. Namanya saja rencana bukan ketetapan, mi berarti bahwa segala sesuatu yang direncanakan dapat berubah sesuai dengan situasi dan kondisi (fleksibel). 

2. Pengaturan Mengenai Isi dan Bahan Pelajaran; Bahan pelajaran ada yang diatur oleh pusat (kurnas) dan oleh daerah setempat (kurmulok). 

3. Pengaturan Cara yang Digunakan; Delevery sistem atau cara mengajar yang dipergunakan ada berbagai macam, misalnya; ceramah, diskusi. demontrasi, inquiri, recitasi, membuat laporan portofolio dan sebagainya. Disarankan dalam pelaksanaannya proses pembelajaran hendaknya para guru menggunakan pendekatan yang student centered bukan yang teatcher centered. Yang bersifat heuristik (dengan diolah) bukannya yang bersifat ekspositorik (yang dijelaskan). Diantaranya yang kadar CBS-nya tinggi adalah yang bersifat heuristik.

4. Sebagai Pedoman Kegiatan Belajar-Mengajar untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu; Penyelenggara kegiatan belajar mengajar terdiri atas tenaga kependidikan, yaitu anggota masyarakat yang mengabdikan diri dalam penyelenggaraan pendidikan, sedang tenaga pendidikan, yaitu anggota masyarakat yang bertugas membimbing dan atau melatih peserta didik.


  Dari yang saya baca Fungsi Kurikulum

Bila definisi kurikulum adalah seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan, isi dan bahan pelajaran serta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggara kegiatan belajar mengajar untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu, maka dapat dikatakan fungsi kurikukun itu berkaitan dengan komponen-komponen yang ada mengarah pada tujuan pendidikan.


Fungsi kurikulum bagi masyarakat mendorong sekolah agar dapat menghasilkan berbagai tenaga yang dibutuhkan oleh masyarakat. Sedang fungsi kurikulum hagi para penulis buku ajar untuk dijadikan pedoman dalam menyusun bab-bab dan tema-tema pelajaran beserta isinya. Sebagai bahan banding dipaparkan bahwa fungsi kurikulum diibaratkan sebagai kendaraan yang kedua-duanya mempunyai fungsi sebagai alat untuk mencapai tujuan, yang digambarkan sebagai berikut: 

1.Auto (kendaraan) sebagai kurikulum.

2. Sopir sebagai guru,

3. Penumpang sebagai siswa.

4. Tempat yang dituju sebagai txijuan pendidikan.

5. Jarak yang ditempuh sebagai alat (Kompetensi dan Indikator).

6. Hambatan di jalan sebagai kendala-kendala dalam proses pembelajaran. 

7. Bengkel sebagai biro perencanaan kurikulum


  Dari yang saya baca juga terdapat Tujuan Kurikulum

Tujuan adalah segala sesuatu yang ingin dicapai. Segala sesuatu itu dapat berupa benda konkrit baik yang berupa barang maupun tempat, atau dapat juga berupa hal-hal yang sifatnya abstrak, misalnya cita-cita yang mungkin berupa kedudukan atau pangkat/jabatan maupun sifat-sifat luhur. Dengan kata lain tujuan dapat berupa hal-hal sederhana dapat pula berupa hal-hal yang komplek. Sedang cara penyampaiannya ada berbagai macam.Ada yang hanya dengan kegiatan pisik, tetapi ada yang dengan cara membuat rencana dulu, diprogramkan, mencari dana barn mengerahkan tenaga baik pisik maupun psikis. Kurikulum adalah alat untuk mencapai tujuan pendidikan. Tujuan pendidikan sendiri adalah sesuatu yang abstrak, ruwet, dan komplek.


Baiklah itu saja hasil laporan yang saya baca kurang dan lebihnya saya mohon maaf.


Wassalamualaikum warahmatullahi wabarokatuh



Komentar

Postingan populer dari blog ini

Perangkat Pembelajaran (Silabus)

Sistem Evaluasi