Karakteristik Peserta Didik
Bismillahirrahmanirrahim
Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh
Kembali lagi pada Laporan Bacaan kita, yang dimana topik kali ini merupakan topik ketiga yang menjadi Laporan Bacaan kita.
Bahan serta rujukan yang saya gunakan kali ini dalam pemaparan hasil bacaan saya yakni yang berjudul “Karakteristik Peserta Didik".
Kata orang, setiap siswa membawa sifat masing-masing. Kata-kata ini sepertinya tak terlalu salah. Banyak memang sifat siswa yang sebaiknya diketahui para guru. Dengan begitu, guru juga dapat mencari cara menghadapi siswa mereka. Dari yang saya baca sifat siswa yang perlu diketahui dan difasilitasi siswa, yaitu :
1. Egois, Pada umumnya siswa yang egois maunya menang sendiri. Dia tidak mau mendengarkan orang lain dan harus dituruti semua keinginannya. Bila tidak, segala jurus ancaman pun akan ia lontarkan baik dalam hal belajar, perhatian, dan tak mau belajar sampai berteriak-teriak di kelas maupun di luar kelas. Yang harus dilakukan: Jangan panik bila menghadapi siswa yang egois. Sebagai seorang guru kita tidak perlu marah, menghadapinya cukup kita hadapi dengan lembut dan sabar. Yang terpenting adalah memberikan pengertian dan pengarahan.
2. Perajuk, ciri siswa perajuk adalah suka ngambek dan cenderung cengeng. Hampir sama dengan siswa egois, hanya saja siswa perajuk belum tentu keras kepala. Yang harus dilakukan: Bila siswa gampang merajuk, cobalah untuk membujuknya. Jangan dengan kekerasan, karena hal itu justru akan berdampak tidak baik bagi perkembangan jiwanya. Apalagi, kekerasan dilarang undang-undang perlindungan anak.
3. Pemalas, sifat siswa yang pemalas biasanya tidak mau mengerjakan pekerjaan atau tugas yang diberikan padanya. Ia mengandalkan orang lain untuk mengerjakannya. Yang harus dilakukan: Beri siswa pengertian dan contoh. Misalnya, setelah duduk di bangku kelas, tempat duduk harus dirapikan. Ajak ia untuk turut serta melakukan kegiatan tersebut.
4. Nakal, sifat nakal atau bandel wajar dimiliki oleh siswa. Biasanya mereka cenderung aktif, usil dan tak takut bahaya. Selain itu, siswa umumnya juga punya banyak akal. Yang harus dilakukan: Jangan bosan menasehati dan membimbingnya. Arahkan anak agar menjadi anak yang baik dan sopan. Yang penting, jangan dimarahi.
5. Pendendam, ciri siswa pendendam adalah “hobi” menyimpan rasa sakit hati dan berusaha membalasnya di kemudian hari. Yang harus dilakukan: Jangan biarkan sifat pendendam bersarang dalam diri siswa. Pasalnya, sifat ini bisa merusak mental mereka. Berikan pengertian pada siswa bahwa “sifat pendendam” itu tidak baik. Selain dilarang agama, nantinya juga akan membuat mereka dijauhi oleh teman-teman mereka.
6. Pemberontak, umumnya siswa yang memiliki sifat pemberontak susah diatur, kemauannya besar, dan merasa dirinya selalu benar. Yang lebih sering terjadi, mereka tidak peduli dengan omongan orang lain. Yang harus dilakukan: Pendekatan diri adalah jalan terbaik menghadapi anak pemberontak atau suka membangkang. Sebagai orang tua, Anda harus pandai meredam emosi. Berbicaralah dari hati ke hati.
7. Pemalu, lebih sering menutup diri tak banyak bicara, itulah sebagian ciri dari anak pemalu. Selain itu, anak pemalu juga terkesan kuper alias kurang pergaulan. Yang harus dilakukan: Mengikutsertakannya dalam kegiatan sekolah, seperti tari, karate ataupun vokal grup.
Setiap individu peserta didik merupakan pribadi yang unik. Dibutuhkan pendekatan khusus untuk meningkatkan menggali, memoles potensi dan kompetensi setiap individu. Seorang guru profesional yang dibekali kemampuan kompetensi pedagogik yang mampu diharapkan mampu mengatasi masalah perbedaan dan keberagaman peserta didik.
Dari yang saya baca juga terdapat Pengelolaan kelas merupakan salah satu langkah bijak dalam mengatasi masalah yang muncul karena perbedaan karakter peserta didik. pengelolaan kelas meliputikeseimbangan luas dan fasilitas ruang kelas dengan jumlah penghuni atau pengguna ruang kelas. Semakin besar jumlah pengguna kelas, berarti semakin tinggi pula tantangan dan beban kerja pendidik. Penempatan posisi tempat duduk peserta didik berdasarkan kelebihan dan kekurangan dari segi fisik, juga akan membantu pendidik mengatasi masalah perbedaan dan keragaman peserta didik.
Langkah berikutnya pada pengelolaan kelas adalah pengelompokan peserta didik setiap kelas berdasarkan kemiripan karakter. Hal ini akan mempermudah kalangan pendidik dalam menentukan metode dan model pembelajaran yang digunakan pada setiap kegiatan belajar mengajar. Setiap model pembelajaran memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Model pembelajaran yang baik adalah model yang mampu meningkatkan potensi yang dimiliki oleh peserta didik. Hal tersebut baru dapat dicapai bila model pembelajaran terpilih sesuai dengan gaya dan keinginan peserta didik, selain tentunya harus sesuai dengan tuntutan materi pelajaran.
Penyeragaman pendekatan dan model pembelajaran pada kegiatan pembelajaran yang peserta didiknya dibekali dengan bentuk kecerdasan yang berbeda hanya akan menuai kegagalan. Ukuran kecerdasan peninggalan Binet, dalam hal IQ sudah sangat layakdipertimbangkan oleh kalangan pendidik.
Perbedaan bentuk kecerdasan harus disikapi dengan bijak oleh kalangan pendidik dengan perlakuan yang berbeda pada setiap bentuk kecerdasan. Bila tidak, maka label nakal’, dan LOL (lambat loading), akan senantiasa ada pada setiap ruang kelas. Guru Profesional adalah mereka yang mampu menggali dan meningkatkan potensi peserta didiknya. Bila pikiran negatif yang muncul, sama saja dengan mengubur potensi dan bakat-bakat alami yang kita punya. Sejatinya setiap lembaga pendidikan adalah bengkel, maka guru atau montirnya adalah para profesional yang gagal. gagal dalam memperbaiki kerusakan barang yang dititipkan pelanggannya.
Butuh kesabaran dan kerjasama yang baik antara guru dan orang tua dalam menyikapi keberagaman peserta didik dalam ruang-ruang belajar. Orang tua seharusnya bersinergi dengan sekolah, dalam hal ini menyampaikan karakter dan gaya belajar anaknya pada pihak sekolah. Hal tersebut tentunya sangat membantu sekolah dalam menyiapkan bentuk dan strategi dalam kegiatan pembelajaran, serta model pengelolaan kelas yang dibutuhkan untuk memuliakan setiap peserta didik.
Guru profesional adalah mereka yang menjadi inspirator dan motivator untuk setiap potensi yang dimiliki peserta didik. Di mata guru profesional, semua peserta didik adalah mutiara yang butuh sentuhan dan polesan. Setiap mutiara membutuhkan sentuhan yang berbeda, tergantung dari batuan induk mana Ia berasal. Guru Profesional tidak alergi dengan mereka yang dicap nakal. Karena mereka tahu bahwa peserta didik yang nakal adalah individu pemberani yang siap dengan segala resiko.Berani menanggung risiko adalah sikap dan karakter yang seharusnya dibudidayakan pada peserta didik kita.
Bukti tak terbantahkan terhadap mereka yang nakal sudah sangat banyak. Banyak Pengusaha besar Indonesia dan dunia saat ini, adalah mereka yang dikeluarkan atau keluar sendiri dari lembaga pendidikan karena merasa tak ada tantangan.Mari Mengubah cara pandang tentang anak didik yang biasa kita anggap ‘nakal’. Mari Memuliakan seluruh anak didik kita, karena Tuhan pasti mengatakan padanya satu keahlian atau keterampilan, yang kelak menjadi bekal hidupnya.
Baiklah itu saja hasil laporan yang saya baca kurang dan lebihnya saya mohon maaf.
Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh
Sumber:
https://id.scribd.com/document/499112774/Karakteristik-Peserta-Didik
Komentar
Posting Komentar