Laporan Bacaan Kultur Sekolah
Pada kesempatan kali ini topik yang saya ambil yaitu berkaitan dengan Kultur Sekolah. Pada kesempatan ini juga saya ingin Melaporkan Hasil Bacaan saya mengenai Kultur Sekolah guna untuk memenuhi tugas Magang 1 yang diampu oleh Farninda Aditya, M.Pd selaku dosen pengampu mata kuliah ini.
Bahan serta rujukan yang saya gunakan kali ini dalam pemaparan hasil bacaan saya yakni yang berjudul “Kultur Sekolah”.
Nah, sebelum kita membahas lebih jauh tentang Kultur Sekolah, terlebih dahulu kita jelaskan apa arti dari kultur sekolah itu? jadi, berbicara tentang kultur terkait dengan budaya yang berarti suatu hal yang terjadi secara turun temurun. Berarti kultur ini merupakan pandangan hidup yang diakui bersama oleh suatu kelompok, yang mencakup cara berfikir, perilaku, sikap, nilai yang tercermin baik dalam wujud fisik maupun abstrak. Berbicara tentang sekolah berarti berbicara tentang pendidikan, didalam dunia pendidikan kita tahu bahwa sekolah memiliki peranan yang penting dalam mencapai tujuan pendidikan. Sekolah menjadi sebuah tempat dalam menempuh pendidikan formal. Di Indonesia pendidikan terbagi menjadi tiga, yaitu pendidikan formal, pendidikan non formal dan pendidikan informal. Pendidikan formal terdiri dari TK (Taman Kanak-kanak), SD (Sekolah Dasar), SMP (Sekolah Menengah Pertama), SMA (Sekolah Menengah Atas) dan Perguruan Tinggi. Pendidikan non formal berupa TPA (Taman Pendidikan Al-Qur’an), kajian di masjid dan lain-lain, sedangkan pendidikan informal yaitu pendidikan yang diberikan oleh orang tua, homeschooling, dan lain. Dimana sekolah merupakan salah satu tempat dalam menuntut ilmu yang berkaitan dengan pendidikan formal. Dalam hal ini berarti Kultur Sekolah adalah sekumpulan nilai yang melandasi perilaku, tradisi atau kebiasaan yang dipraktikkan oleh anggota-anggota sekolah dan kemudian mengarah pada cara mereka berperilaku serta akan menjadi karakteristik sekolah mereka.
Nah, yang menjadi pembahasan kali ini kita lebih berfokus pada Kultur Sekolah. Dari yang saya baca saya menemukan Peran dari Kultur Sekolah terdapat pendapat para ahli tentang peran kultur sekolah. Peran Kultur Sekolah dalam Membangun Mutu Sekolah dalam hal ini kaitannya dengan peningkatan mutu sekolah terdapat pendapat para ahli, secara garis besar dijelaskan yaitu ada Tujuan bersama, Tanggung jawab akan kesuksesan, Kolegial, Perbaikan kontinu, Pembelajaran yang abadi, Mengambil resiko, Dukungan, Saling menghormati, Keterbukaan dan Perayaan serta humor. Jadi, kultur sekolah yang baik diharapkan mampu meningkatkan mutu pendidikan baik dalam hal akademik maupun non akademik.
Dari yang saya baca selain menjelaskan peran dari kultur sekolah juga menjelaskan peran guru dalam membentuk kultur sekolah. Yang saya baca di jelaskan bahwa Peran Guru dalam Membentuk Kultur Sekolah diambil dari sisi yang Positif. Pada dasarnya kualitas sebuah lembaga pendidikan bisa dilihat dari sejauh mana keberhasilannya dalam meningkatkan kualitas mulai dari kultur organisasi atau institusi. Dalam hal ini khusus dalam lembaga pendidikan formal seperti sekolah kultur yang dibangun adalah nilai-nilai atau norma-norma yang dianut dari generasi ke generasi. Bahwa suatu Peran kultur yang ada di sekolah akan sangat mempengaruhi perubahan sikap maupun perilaku dari warga sekolah itu sendiri. Kultur sekolah yang positif akan menciptakan suasana kondusif bagi tercapainya visi dan misi sekolah, demikian sebaliknya kultur yang negatif akan membuat pencapaian visi dan misi sekolah mengalami banyak kendala. Dalam hal ini Tugas guru itu sendiri juga menjaga, mengarahkan dan membimbing agar siswa tumbuh dan berkembang sesuai dengan potensi, minat dan bakatnya. Guru sebagai seorang motivator, proses pembelajaran akan berhasil manakala siswa memiliki motivasi dalam belajar. Oleh sebab itu, peran guru sangat berpengaruh serta guru juga menumbuhkan potensi belajar. Berarti peran guru sangat penting dalam hal mempengaruhi perubahan sekolah baik dilihat dari segi sikap atau perilaku dari setiap warga yang ada di sekolah maupun juga mempengaruhi suasana yang ada disekolah tersebut.
Ada beberapa pendapat yang saya baca dalam hal ini ada pendapat dari Zamroni(2009) mengemukakan bahwa kultur sekolah adalah norma-norma, nilai-nilai, keyakinan, sikap, harapan-harapan, dan tradisi yang ada di sekolah dan diwariskan antar generasi, dipegang bersama baik oleh kepala sekolah, guru, staf administrasi maupun siswa dan mempengaruhi pola pikir (mindset), sikap, dan tindakan seluruh warga sebagai dasar mereka dalam memahami dan memecahkan berbagai persoalan yang muncul di sekolah. Juga mengemukakan Zamroni (2010) bahwa:“Pembelajaran yang baik hanya dapat berlangsung pada sekolah yang memiliki kultur positif.Kultur sekolah yang sehat akan berdampak kesuksesan siswa dan guru dibandingkan dengan dampak bentuk reformasi pendidikan lainnya. Kultur sekolah yang sehat dan positif berkaitan erat dengan motivasi dan prestasi siswa serta produktivitas dan kepuasan guru”.
Selain membahas peran guru dalam kultur sekolah yang saya baca pastinya juga ada peran kepala sekolah. Sebagai kepala sekolah pastinya harus memahami kultur sekolah yang ada, dan menyadari bahwa tidak terlepas dari kepemimpinannya. Perubahan yang terjadi pastinya perubahan secara positif sejalan dengan perubahan yang terjadi sudah pasti bahkan harus dimulai dari kepemimpinan kepala sekolah terlebih dahulu. Perubahan yang terjadi sangat penting dalam hal merubah kultur sekolah, perubahan ini baik dari segi perubahan suatu sekolah dalam hal pelayanan, norma-norma dan lain-lain.
Dalam hal ini berarti Kultur Sekolah ialah suatu hal yang mengarah sekumpulan orang dalam hal berperilaku yang berperan dalam hal ini ada warga sekolah baik itu dari kepala sekolah itu sendiri maupun para dewan guru intinya semua warga yang ada disekolah berperan penting guna untuk perubahan suatu sekolah yang lebih baik.
Baiklah itu saja hasil laporan yang saya baca kurang dan lebihnya saya mohon maaf.
Wassalamualaikum warahmatullahi wabarokatuh
Sumber: https://id.scribd.com/document/458207488/Kultur-Sekolah-docx
Komentar
Posting Komentar