Ibuku Malaikatku

Bismillahirrahmanirrahim

Assalamualaikum warahmatullahi wabarokatuh

Ibuku

Ibuku bagaikan malaikat yang diturunkan dari surga untuk selalu melindungi anak-anaknya, ibuku merupakan wanita yang sangat aku cintai.Ibu adalah orang yang telah mengajarkanku menjadi wanita yang tangguh, penyayang,penyabar dan pantang menyerah.Ibu adalah seseorang yang sangat mencintai kita didunia ini, sosok seorang ibu yang dibanggakan dan dihormati oleh setiap anak. Pengorbanannya untuk kita sungguh luar biasa. Bahkan sebesar apapun pengorbanan yang kita lakukan untuk ibu, itu tidak ada bandingnya dengan pengorbanan seorang ibu kepada anaknya.


Ibuku bernama Jamaliah,ibuku hanyalah orang yang sederhana, pekerjaan sehari-hari ibuku sebagai ibu rumah tangga dan pedagang untuk menambah penghasilan keluarga.Ibuku juga bekerja membuat makanan untuk jualan sehari-hari,terkadang saat aku melihat ibuku membuat gorengan betapa capeknya ia tetapi ibuku tidak mengeluh dan berkata lelah kepada anak-anaknya. Ibuku sangat luar biasa, dia merupakan orang yang sangat kuat,bisa membagi waktu dalam menjalankan pekerjaannya dalam mengurus keluarga.Ibuku memiliki banyak pekerjaan,tetapi ia tidak pernah mengeluh dan berkata lelah dalam mengurus pekerjaannya setiap hari.Sebagai ibu rumah tangga ibu sangat sibuk , pagi-pagi ia sudah harus bangun menyiapkan sarapan pagi.Dalam mengurus semua kebutuhan keluarga dalam segi membersihkan rumah,membuat makanan untuk dijual maupun mengurus anak dia yang masih kecil.


Ibu dari tiga anak ini lahir di Nanga Bunut pada tanggal 08 Juli 1980,ia merupakan anak kedua dari lima bersaudara dan satu-satunya anak perempuan dari lima bersaudara.Dulu ibuku tinggal di Bunut hilir kabupaten Kapuas Hulu provinsi Kalimantan Barat.Kini ia tinggal di Jalan Lintas boyan hulu km 03 dusun Betung desa Nanga Betung kecamatan Boyan Tanjung kabupaten Kapuas Hulu provinsi Kalimantan Barat.


Ibuku lulusan dari Madrasah Tsanawiyah.Setelah lulus Madrasah ibuku tidak melanjutkan pendidikan selanjutnya dikarena ada beberapa faktor. Selesai bersekolah ibuku memutuskan untuk membantu Ayah dan Ibunya bekerja mengolah ikan salah satunya ikan asin karena Ayahnya dulu bekerja sebagai nelayan. Pada sembilan belas tahun yang lalu ibuku memutuskan untuk menikah dengan seseorang lelaki yang bernama Rusdi (suaminya sekarang) dan kini mereka memiliki tiga orang anak . Keuletannya menjalankan pekerjaan sebagai pedagang dan membuat makanan untuk dijual dari dulu sejak anak pertamanya masih kecil sampai sekarang masih jualan ,sehingga ibuku bisa menyekolahkan anak pertamanya sampai di bangku kuliah.Tidak hanya anak pertamanya melanjutkan pendidikan namun anak keduanya juga sedang mengenyam bangku SMP (Sekolah Menengah Pertama) dan anak ketiganya yang baru berusia 2 tahun 10 bulan meskipun belum mengenyam pendidikan tetapi banyak pengeluaran yang harus ia keluarkan.Hal ini membuktikan bahwa tidak hanya orang-orang tertentu yang bisa menyekolahkan anak,namun karena keuletannya maka anak-anaknya bisa mengenyam pendidikan tersebut.


Ibuku adalah wanita yang sangat aku sayangi. Wajahnya yang oval, kulitnya bewarna kuning langsat yang diibaratkan buah Langsat yang sudah matang. Ibuku memiliki postur tubuh yang bisa dikatakan gendut karena berat badan nya 71 kg.


Terkadang saat bercerita,Ibuku membahas tentang masa kecilnya yang membantu Ibu dan Ayahnya sebagai seorang nelayan salah satu pekerjaannya membuat ikan asin .Ketika itu,Ibuku selalu mengerjakan ikan masih segar itu yang baru dari danau hasil ayahnya .Lalu ikan itu dijual dan menghasilkan uang, Ibunya memberikan sebagian uang hasil jualan tadi untuk diberikan kepada ibuku untuk uang jajan di sekolah.Jarak tempuh ke sekolah cukup jauh ibuku harus mendayung perahu untuk bisa kesekolah dan terkadang ibuku tidak punya uang jajan hanya tetapi ibuku selalu membawa bekal untuk di sekolah. Motivasi Ibuku untuk bersekolah pada waktu itu patut di acungi jempol,karena begitu banyak halangan dan rintangan dalam menempuh dunia pendidikan.Walaupun tidak bisa melanjutkan pendidikan lagi setelah selesai Madrasah Tsanawiyah ibuku tetap sabar dan iklas .


Ibuku tumbuh menjadi sosok yang sederhana, Kehidupannya yang sekarang sebagai Terkadang saat bercerita,Ibuku membahas tentang masa kecilnya yang membantu Ibu dan Ayahnya sebagai seorang nelayan salah satu pekerjaannya membuat ikan asin .Ketika itu,Ibuku selalu menjual ikan yang masih segar kepada orang-orang setelah ikannya habis terjual,Ibuku mendapatkan uang dan uang itu diberikan kepada ibunya . Ibunya memberikan beberapa uang hasil jualan tadi untuk diberikan kepada ibuku untuk uang jajan di sekolah.Jarak tempuh ke sekolah cukup jauh ibuku harus mendayung perahu untuk bisa kesekolah dan terkadang ibuku tidak punya uang jajan hanya tetapi ibuku selalu membawa bekal untuk di sekolah. Motivasi Ibuku untuk bersekolah pada waktu itu patut di acungi jempol,karena begitu banyak halangan dan rintangan dalam menempuh dunia pendidikan.Walaupun tidak bisa melanjutkan pendidikan lagi setelah selesai Madrasah Tsanawiyah ibuku tetap sabar dan iklas .


Ibuku tumbuh menjadi sosok yang sederhana, Kehidupannya yang sekarang sebagai pedagang dan membuat gorengan dilakukan hanya demi membiayai anak-anaknya bersekolah agar anak-anaknya lebih bisa melanjutkan pendidikan lebih dari dirinya.


Ibuku merupakan sosok yang sangat aku kagumi. selain memiliki kesibukan ia tidak lupa akan kewajibannya sebagai seorang ibu dalam membimbing anak-anaknya.Dia paling menekankan kedisiplinan waktu kepada anak-anaknya untuk sholat,sekolah,mengaji maupun jalan-jalan.Hal ini dilakukannya karena dia mengganggap bahwa ilmu dunia itu harus seimbang dengan ilmu akhiran dan juga palin penting ia mengajarkan kepada anak-anaknya untuk selalu mementingkan urusan akhirat terlebih dahulu.


Terkadang suara yang bergitu keras yang selalu aku dengarkan mungkin membuat beberapa orang beranggapan bahwa karakter ibuku adalah orang yang pemarah,mungkin itu hanya tanggapan orang-orang saja yang belum mengenalinya. Tetapi dengan suaranya yang begitu keras bisa dikatakan tegas menurutku bahwa sesungguhnya,Beliau adalah ibu yang sangat baik dan sangat sayang kepada anak-anaknya.


Ibuku sangat hobi memasak,karena sudah terbiasa memasak dari remaja.Oleh karena itu,ia mengajariku untuk melakukan apa yang iya sukai, agar aku juga bisa memasak sepertinya. Ibuku tidak suka menghambur-hamburkan uang untuk membeli sesuatu yang tidak dibutuhkan karena ibuku selalu mengajariku untuk selalu berhemat ,membeli sesuatu yang hanya dibutuhkan saja buka yang kita inginkan semata. Aku belajar banyak hal dari ibuku, wanita yang sangat berarti dalam hidupku, tampa nya aku tidak akan pernah ada didua ini dan tampanya pula aku tidak akan pernah menjadi seperti ini.Aku sangat bangga mempunyai ibu sepertinya.


Ibuku yang selalu aku banggakan, ibu yang selalu bisa membuat anak-anaknya bahagia, dan demi kebahagiaan anak-anaknya ibu harus bekerja setiap hari. Ibuku tidak pernah bermalas-malasan karena ibuku tahu bahwa kesuksesan akan tercapai jika kita rajin berusaha dan berdoa. 


Sebagai seorang anak kita harus selalu ingat bahwa surga ada dibawah telapak kaki ibu.Jadi seorang ibu harus kita hormati dan janganlah membuat ibu kita marah.Bahwa Ridha Allah tergantung kepada keridhaan orang tua. Terimakasih ibuku aku sangat menyayangimu, Semoga dirimu selalu ada di sampingku sampai aku sukses nanti. Aamiin Allahumma aamiin

Sekian, Terimakasih

Wassalamualaikum warahmatullahi wabarokatuh


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kurikulum

Perangkat Pembelajaran (Silabus)

Sistem Evaluasi